Cobaan Berupa Rezeki (1)

Cobaan Berupa Rezeki

Asy-Syaikh ‘Àdil as-Sayyid hafizhahullah menjelaskan,

“Apabila seseorang mengetahui bahwa rezekinya tidak akan diambil orang lain, hatinya akan tenang”.

Dalam permasalahan rezeki mungkin banyak orang berbicara tentangnya hingga khutbahnya menjadi serial, atau menulis banyak buku tentangnya. Namun ketika dirinya sendiri yang diuji rezekinya selama satu hari saja, ketika itulah terlihat bagaimana hakikat/keadaan keimanannya.

Padahal Rasulullah shallallahu alaihi wasallam biasa berdoa kepada Allah Ta’ala agar Ia menjadikan rezeki beliau kafàf (cukup, tidak kurang, tidak lebih-pent). Tahukah kalian apa makna kafàf? Kafàf adalah rezeki didapat sehari demi sehari (kebutuhan hidup didapatkan perharinya untuk satu hari-pent).

Ini adalah perkara yang sangat sulit. Sungguh seseorang mungkin memiliki -misalnya- harta yang mencukupinya untuk kebutuhan satu bulan, kemudian ia berkata, “Sesudah bulan ini, apa yang harus aku lakukan?”

Wahai saudaraku, bisakah Anda memberikan garansi akan tetap hidup bulan ini?!!!

Orang ini memiliki rezeki untuk satu bulan dan ia berkata kepadamu, “Sesudah bulan ini apa yang harus kami lakukan, aku dan keluargaku?” Bukankah demikian (sifat/keadaan manusia)?

Namun Rasulullah shallallahu alaihi wasallam meminta kepada Rabbnya agar menjadikan rezeki beliau kafàf. Sehari demi sehari. Yang demikian ini agar kokoh tawakal kepada Allah di dalam kalbu.

Oleh karena itu Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam ketika mengatakan,

لَوْ أَنَّكُمْ تَوَكَّلْتُمْ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ تَغْدُو خِمَاصًا وَتَرُوحُ بِطَانًا»

“Sungguh andai kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya, niscaya Allah akan memberikan kepada kalian seperti Ia memberi rezeki kepada burung.” 2

Burung berangkat (mencari makan) di pagi hari dalam keadaan lapar (kosong perutnya) dan kembali dalam keadaan kenyang.”

Perhatikanlah burung-burung, ‘ushfur (burung kecil), burung merpati, dan selainnya. Burung-burung itu pergi di pagi hari dalam keadaan kosong perutnya, temboloknya lengket,benar-benar kosong; dan ia kembali di waktu sore dalam keadaan kenyang, penuh perutnya.

Apa yang mengisi perutnya?

Bayangkan burung-burung ini, andai kita dengan keutamaan dari Allah kepada kita, kita dijadikan bertanggung jawab terhadap burung-burung ini, dan kita harus mengurusi persediaan makanannya, niscaya burung-burung ini akan kabur ketakutan. Mereka akan tersia-siakan, andai mereka dijadikan tanggung jawab kita.

Namun (sifat) manusia itu setiapkali ia masuk dalam suatu permasalahan, masalah itu malah menjadi sulit sekali. Karena manusia akan menghitung-hitung semuanya. (Memperhitungkan berbagai hal dalam usaha mencari nafkah-pent).

Adapun burung-burung ini, mereka sama sekali tidak menghitung rezeki mereka.

Andaikan rezeki itu datang karena (faktor) kekuatan, niscaya burung-burung kecil itu tidak akan mendapatkan sedikitpun makanan dari elang.

(Maksudnya), barangsiapa menyangka bahwa rezeki itu datang karena kekuatan, niscaya burung kecil itu tidak akan makan sedikit pun bersamaan dengan adanya elang.”

💰 امتحان الرزق (1)

إذا علم الإنسان أن رزقه لن يأخذه غيره سيطمئن القلب، ومع ذلك كثير من الناس في قضية الرزق من الممكن أن يخطب فيه سلسلة، ويؤلف كتبًا، لكن حينما يُمتحن هو فى قضية الرزق لمدة يوم واحد حينئذ يظهر إيمانه على حقيقته، الرسول ﷺ كان يدعو ربه أن يجعل رزقه كفافًا، أتعرفون ما معنى الكفاف؟ يعني: يوم بيوم، هذا أمر صعب جدًّا، إن الإنسان من الممكن أن يكون عنده مثلًا مال يكفيه شهر ويقول: بعد هذا الشهر ماذا الذي أفعله؟ يا أخي، أنت ضامن أن تعيش هذا الشهر؟!!! يكون معه رزق شهر ويقول لك: بعد الشهر ما الذي سنفعله أنا والعيال؟ أليس كذلك.
لكن الرسول ﷺ يطلب من ربه أن يكون الرزق كفافًا، يوم بيوم، هذا لكي يَثْبُت التوكل على الله في القلب، ولذلك النبي ﷺ حينما يقول: « لَوْ أَنَّكُمْ تَوَكَّلْتُمْ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ تَغْدُو خِمَاصًا وَتَرُوحُ بِطَانًا»(2) تنظر إلى الطيور، العصافير والحمام وغيره، يغدو: في الغداة، الصباح، خِماصًا: الحويصلة مطبقة، فارغة تمامًا، وتروح بطانًا: مليئة،

ما الذي ملأها؟ تصور هذه الطيور لو نحن بفضل الله تعالى علينا أصبحنا مسئولين عن هؤلاء الطيور وعملنا لهم وزارة تموين، ستذهب هذه الطيور في داهية، ستضيع، لو أصبحوا مسئولين مننا نحن، لكن البشر كلما تدخلوا في شيء يصبح هذا الشيء صعبًا جدًّا، لأنهم يحسبونها، العصافير لا تقوم بحسابها على الإطلاق، ولو كان الرزق يأتي بقوة لما حصل العصفور شيئًا من النسر.

ومن ظن أن الرزق يأتي بقوة @ ما أكل العصفور شيئًا مع النسر

#الشيخ_عادل_السيد

__________________________________________
(1)- فائدة من الدرس التاسع من تفسير سورة النحل – من عمل مجموعة التفريغ

(2)-رواه الترمذي ( 2344 ) وابن ماجه ( 4164 ) ، وصححه الألباني في ” صحيح الترمذي ” .

•┈┈•◈❒✹◉✹❒◈•┈┈•

🌐 الحسابات الرسمية لفضيلة الشيخ أبى يوسف عادل السيد المصري ▫️حفِظَهُ الله تعالى▫️

▪️الموقع : http://www.adelelsayd.com
▪️تيليجرام : https://t.me/adelelsayd
▪️تويتر : https://twitter.com/elshikhadel
▪️البث المباشر : http://mixlr.com/adelelsayd
▪️فايسبوك: https://fb.com/elshikhadelelsayd
▪️ هاشتاج – وسم- : #الشيخ_عادل_السيد

•┈┈•◈❒✹◉✹❒◈•┈┈•

1) Faedah dari pelajaran 9 tafsir surat an-Nahl, ditranskrip oleh Majmuah at-Tafrigh

2) HR. At-Tirmidzi (2344), Ibu Majah (4164), dishahihkan oleh al-Albani dalam Shahih At-Tirmidzi.

Sumber: https://t.me/majalahqonitah/2377

Majalah Muslimah

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*