Adil itu Wajib dalam Menyikapi Para Istri dan Anak-anak

Adil itu Wajib dalam Menyikapi Para Istri dan Anak-anak

Asy-Syaikh Shalih al-Luhaidàn hafizhahullah ditanya,

“Apa hukum kecenderungan suami kepada istri kedua dan anak-anaknya dan bukan kepada yang pertama?”

Beliau menjawab,

“Berkaitan dengan anak-anak, seseorang akan dimintai pertanggungjawaban tentang keadilannya dalam memenuhi hak seluruh anaknya, sebagaimana dalam hadits an-Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhu yang Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam berkata kepadanya, “Adillah (kepada anak-anakmu), jangan mempersaksikan aku atas kelaliman.”

Adapun berkaitan dengan wanita tersebut, wajib bagi orang yang memiliki lebih dari satu istri untuk berbuat baik dalam bergaul (dengan istri-istrinya) dan untuk bersikap adil di antara mereka. Yaitu apabila seseorang memiliki lebih dari satu istri kemudian ia tidak bersikap adil di antara mereka, di hari kiamat ia akan datang dalam keadaan salah satu sisi badannya miring(doyong) dengan kemiringan yang jelas yang diketahui setiap orang yang melihatnya. Yang melihatnya akan mengetahui dosa/kejahatannya.

Dan sepantasnya bagi para suami untuk bersemangat (menjaga) pergaulan yang baik, demikian pula para istri untuk bersemangat menunaikan hak suami, mencari keridhaannya, dan memuliakan(menghormati)nya, hingga suaminya tidak tertipu dengan bagusnya pemuliaan salah satu istri(kepadanya) dan lalai dari istri yang lain.

Semestinya keduanya bersungguh-sungguh dan serius menjaga keharmonisan (berusaha berkumpul di atas kebaikan dan kasih sayang, pent.) dan menegakkan hak suami.

Kemudian, wanita tersebut, semestinya ia -meskipun ia sedang marah kepada suaminya- seharusnya ia menjaga adab-adab syar’i, tidak keluar dari rumah suaminya tanpa izin suami, tidak boleh keluar menuju suatu (tempat atau perkara/acara) yang dibenci suaminya bila ia keluar ke sana, meskipun hal itu perkara yang mubah. Dan hanya Allah tempat memohon pertolongan.

|[العدل.واجب.بين.الزوجات.والأولاد.tt]|

سئل الشيخ صالح اللحيدان-حفظه الله-:

ما حكم ميل الرجل إلى الزوجة الثانية وأبنائها دون الأولى؟.

الجواب.tt:

بالنسبة للأبناء فالرجل مسئول عن العدل في حقوق الأولاد مثل حديث النعمان بن بشير الذي قال له النبي صلى الله عليه وسلم اعدل. لا تُشهدني على جور،

أمَّا بالنسبة للمرأة فيجب على من كانت له أكثر من واحدة أن يُحسن المعاشرة، وأن يعدل بينهن وأي: شخص إذا كان له أكثر من زوجة، ثم لم يعدل بينهن جاء يوم القيامة وشقه مائل فضيحة معلنة لكل من رآه علم جريمته .. فينبغي للأزواج أن يحرصوا على حسن معاشرة، وينبغي للزوجات أيضًا أن يحرصن على حسن التَّبعل وإرضاء الزوج وإكرامه حتى لا يغتر بحسن كرم واحدة ويغفل عن الأخرى،ينبغي أن يكون بينهما جد واجتهاد في التآلف، والقيام بحق الزوج، ثم إن المرأة ينبغي أنها حتى ولو غضبت على الزوج ينبغي أن تتأدب بالآداب الشرعية، وألا تخرج من منزله إلا بإذنه وألا تخرج إلى ما يكره الخروج إليه ولو كان مباحًا. والله المستعان .

http://www.lohaidan.af.org.sa /node/209

Sumber: https://t.me/majalahqonitah/2364

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*