Saudaraku yang semoga Alloh menunjuki kita semua untuk bisa mengamalkan ilmu yang kita pelajari dan itu merupakan tujuan yang terkandung dari pada ilmu itu sendiri.

Saudaraku yang budima, Sesungguhnya Alloh Ta’ala akan menanyai setiap hamba dari setiap amanah yg diberikan padanya, Dan seseorang Ayah maupun ibu akan dimintai pertanggung jawaban dari anak – anaknya .

Berkata Para Ulama’:

أن الولد من سعي والديه، فمهما عمل من عمل صالح فإنه يصل إلى والديه، ومهما عمل من سوء فإنه لا يصل إلى أبيه إنما إلى نفسه.

يقول تعالى: {وَأَن لَّيْسَ لِلْإِنسَانِ إِلَّا مَا سَعَى } [النجم: 39].

Sesungguhnya Anak adalah termasuk dari usaha kedua orang tuanya sehingga amal apapun dari amal sholehnya (anak ) maka sesungguhnya pahalanya akan sampai kepada kedua orang tuanya, dan amal apapun dari amal kejelekanya ( anak) maka sesungguhnya dosanya tidak akan sampai kepada bapak ( kedua orang tuanya) tetapi hanya akan mengenai dirinya sendiri. Alloh Ta’ala berfirman:

“Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya” (Qs. An-Najm: 39)

Oleh Sebab Itu :

فان كانو صلحين انتفع بهم في الدنيا و الاخرة
وان اهملهم قصّر في تأديبهم و تربيتهم شقي بهم في الدنيا والاخرة

”Jika mereka anak anak itu menjadi sholeh maka bermanfaat buat keluarganya didunia dan ahkirat akan tetapi jika para orang tua melalaikan dan meremehkan didalam membimbing dan mendidiknya maka keluarga tersebut akan menjadi merugi didunia dan ahkirat”

Sahabatku Yang budiman. Membimbing mereka dan mendidiknya adalah tanggung jawab orang tuanya yaitu para suami dan istri.

Diantara tuntunan dan bimbingan dalam mendidik anak yaitu:

Pertama: Memilih Atau Membentuk Istri Yang Shalihah

حسن اختيار الزوجة في الاصل

Memilih atau Membentuk istri yang sholehah sebagai pondasi terbentuknya anak yg sholeh (Adapun bagi mereka yg sudah beristri maka mendidik istri nya supaya menjadi sholehah)

Sahabatku yang budiman, Sesungguhnya istri adalah calon ibu bagi anak anak kita insyalloh, Jika istri kita adalah perempuan sholehah maka akan tumbuh ditengah kita anak – anak yg sholeh dan jika sebaliknya maka akan tumbuh anak anak yang jelek atau durhaka.

Maka oleh sebab itu seyogyanya seorang laki laki mencari perempuan yg sholehah sebagai calon ibu bagi anak anaknya dan mendidiknya dengan ajaran islam yg haq sebagai pondasi untuk menghasilkan keturunan yg sholeh.

Jangan mengutamakan nilai nilai yg lain dalam memilihnya dan mendidiknya jika tidak maka kalian akan merugi.

Sungguh indah ucapan seorang pujangga:

الام مدرسة اذا اعددتها اعددت سعبا طيب الاعراق

”Ibu itu adalah sekolahan jika kamu menyiapkannya dengan baik , maka hakikatnya kamu telah mempersiapkan generasi yang baik”

Bimbingan Pendidikan Anak dalam islam

Kedua: Seorang Ayah Senantiasa Memperbaiki Dirinya Menjadi Ayah Yang Shalih

ان يكون الأب صالحا حتى ينتفع الولد بإذن الله تعلى

Seorang bapak hendaklah memperbaiki dirinya menjadi ayah yg sholeh sehingga anak bisa mengambil manfaat darinya dengan izin Allah Ta’ala.

Allah Ta’ala berfirman:

ۚ وَاَمَّا الْجِدَارُ فَكَانَ لِغُلٰمَيْنِ يَتِيْمَيْنِ فِى الْمَدِيْنَةِ وَكَانَ تَحْتَهٗ كَنْزٌ لَّهُمَا وَكَانَ اَبُوْهُمَا صَالِحًـا

“Dan adapun dinding rumah itu adalah milik dua anak yatim di kota itu, yang di bawahnya tersimpan harta bagi mereka berdua, dan ayahnya seorang yang saleh. (QS. Al-Kahf : Ayat 82)

Dalam ayat ini terdapat dalil yg nampak bahwasanya seorang lelaki yg sholeh akan dijaga keturunanya، diantara sebabnya karena ketakwaan dan ibadahnya yg ikhlas kepada Allah Ta’ala semata, sehingga barokahnya mengalir hingga keturunan sesudah kematianya.

Berkata Sa’id Bin Zubair dari jalan Abdullah bin Abaas Rahimakumullah, dalam menerangkan ayat diatas:

و خفظا بصالاح ابيهما

“Dan sebagai bentuk penjagaan karena keshalihan bapak mereka berdua”

Berkata Syeikh Utsaimin Rahimahullah :

وَكَانَ أَبُوهُمَا صَالِحاً ) فكان من شكر الله – لهذا الأب الصالح أن يكون رؤوفاً بأبنائه، وهذا من بركة الصلاح في الآباء أن يحفظ الله الأبناء له

Dan bapak kedua (anak ini) adalah orang shalih.([al-Kahf:82)

“Maka yg demikian ini diantara bentuk terima kasih (balasan) Allah Ta’ala kepada bapak yg sholeh ini yg memiliki kasih sayang kepada anak-anaknya, dan ini termasuk barokah dari kesholehan bapak yaitu Allah Ta’ala akan menjaga untuknya anak-anaknya” (telah direvisi pada terjemahan ini)

Baca Juga

Rekaman Audio Pengaruh Kesalehan Orang Tua Terhadap Anak

Ketiga: Mengajari Anak Akhlak Yang Lurus dan Meluruskan Kesalahan Mereka

تعليمهم على السلوك القويم و تصحيح اخطائهم

Mengajari anak dan membiasakankan mereka dengan akhlak yang lurus pada usia dini serta meluruskan kesalahan mereka.

Rasul Shalallahu ‘alaihi wassalam adalah manusia yang paling baik akhlaknya dan beliau adalah panutan bagi kita dan anak-anak kita dalam pendidikan Adab dan Akhlak mereka.

Baca Juga

Jangan Takut Menegur Anak

Allah Ta’ala memuji akhlak beliau Shalallahu ‘alaihi wassalan didalam Alqur’an:

(وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيمٍ) (القلم: ٤) ، وقال تعالى: (وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ) (آل عمران: ١٣٤) .

Dan sesungguhnya, engkau wahai (Muhammad) benar-benar memiliki akhlak yang agung”( Al Qalam 4).

Para ahli tafsir menjelaskan:

يعني يا محمد، لعلى خلق عظيم لم يتخلق أحد بمثله، في كل شيء؛ خلق مع الله، خلق مع عباد الله، في الشجاعة والكرم وحسن المعاملة وفي كل شيء، وكان عليه الصلاة والسلام خلقه القرآن يتأدب بآدابه؛ يمتثل أوامره ويجتنبُ نواهيه.

“Yakni , Wahai Nabi Muhammad , sungguh engkau memiliki akhlak yg mulia, yang tidak ada seorangpun semisal beliau didalam berakhlak mulia dalam segala hal, yakni akhlak bersama Allah Ta’ala, dan akhlak bersama hamba, dalam keberanianya, kemulianya serta bagusnya akhlak didalam muamalah seluruhnya, dan beliau akhlaknya adalah Alqur’an, beliau beradab dengan adab Alqur’an dengan mengikuti perintah-perintah Alqur’an dan menjauhi dari larangan-laranganya.

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda dalam banyak hadits diantaranya:

إنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ صَالِحَ الأَخْلاَقِ

“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlaq yg mulia.” (Riwayat. Ahmad)

البر حُسنُ الخُلق، والإثمُ ما حاك في نفسك، وكرهت أن يطلع عليه الناسُ)) رواه مسلم.

“Kebaikan atau bhakti itu adalah Akhlak yg baik, Sedang dosa adalah segala sesuatu yg meragukan hati dan kamu benci jika itu diketahui orang lain (Riwayat muslim dari An Nawas Bin Sam’an Radhiallahu anhu)

إن من خياركم أحسنكم أخلاقاً: متفق عليه.

“yang terbaik diantara kalian adalah yg paling baik akhlaknya” (Muttafaqun Alaih dari Sahabat Abdullah bin Amr bin Al ‘Ash Radhiallahuanhu).

((ما من شيءٍ أثقلُ في ميزان المؤمن يوم القيامة من حسن الخلقِ، وإن الله يبغضُ الفاحش البذي)) رواه الترمذي وقال: حديث حسن صحيح.

“Tidak ada sesuatu yg lebih berat dalam timbangan seorang mukmin pada hari kiamat daripada akhlak yg baik, dan Allah Ta’ala membenci orang yg keji baik itu dalam perkataan maupun perbuatan (Riwayat Tirmidzi dari Sahabat Abu Darda radhiallahuanhu).

سئل رسول الله صلى الله عليه وسلم عن أكثر ما يدخل الناس الجنة؟ قال: تقوى الله وحسنُ الخلقِ” وسئل عن أكثر ما يدخل الناس النار، فقال: ” الفمُ والفرجُ”.
رواه الترمذي

“Ketika ditanya rasulullah tentang sesuatu yg paling banyak memasukan manusia kedalam syurga , beliau menjawab : ” Takwa kepada Allah dan Berakhlak yg baik ” dan ditanya pula tentang sesuatu yg paling banyak memasukan orang keneraka, beliau menjawab:” Mulut dan kemaluan” (Riwayat Tirmidzi)

أكمل المؤمنين إيماناً أحسنهم خلقاً، وخياركم خياركم لنسائهم”
رواه الترمذي

“Orang mukmin yg paling sempurna imanya adalah yg paling baik akhlaknya dan yg terbaik diantara kalian adalah yg paling baik pergaulanya dengan istrinya” (Riwayat Tirmidzi)

Dari dalil-dalil diatas menunjukan kepada kita betapa utama dan agungnya kedudukan akhlak dan adab dalam syariat yg harus kita tanamkan kepada diri kita dan anak-anak kita, Para pendahulu kita yang shalih mereka mendudukan ajaran ini ditempat yang agung dan mulia disisi mereka, para salafu shalih berkata:

قال بعض السلف لابنه” يابنيّ، اجعل عملك ملحا و أدبك دقيقا، اي: كثير الادب مع قليلل من العمل الصالح خير من العمل مع قلةالادب”

Berkata sebagian salaf kepada anaknya “Wahai anaku yang kusayangi,Jadikanlah amalmu sebagaimana garam Dan jadikan adabmu sebagaimana tepung ( Perbandingan dalam adonan makanan)

Yang dimaksud yaitu Banyak adab pada amal yg sederhana lebih disukai dari pada banyak amal dengan sedikit adab” ٩٦/٣الفروق

كانوا لا يخرجون أبناءهم لطلب العلم حتى يتأدبوا ويتعبدوا عشرين سنة

“Dahulu para salaf , tidak mengizinkan anak-anak mereka keluar menuntut ilmu sampai anak-anak tersebut memiliki adab serta terbiasa dengan ibadah selama dua puluh tahun.” (Sufyan At- Tsauriy Rahimahullah Min Hady al-Salaf fii Thalab al-‘Ilmi)

قال حبيب الجلاب:
” سألت ابن المبارك : ما خير ما اعطي الانسان؟

قال :غريزة عقل،

قلت فان لم يكن؟ قال: حسن ادب،

قلت فان لم يكن؟
قال اخ شفيق يستشيره،

قلت فان لم يكن؟ قال صمت طويل،

قلت فان لم يكن؟ قال موت عاجل”

“Telah berkata Habib Aljalab “Saya bertanya kepada ibnul Mubarok Rahimakumullah :

“Apa yang paling baik yang dianugerahkan oleh Allah Ta’ ala kepada manusia
Beliau menjawab “Akal yang cemerlang”(Yang digunakan untuk persiapan mati pent)

“Saya bertanya lagi jika itu tidak dipunyai?
Beliau menjawab ” Adab yang baik”

“Saya bertanya lagi jika itu tidak dipunyai?
Beliau menjawab”Teman yang penuh kasih sayang dalam Musyawarah (dalam nasehat menasehati pent)

“Saya bertanya lagi jika itu tidak dipunyai?
Beliau menjawab”Diam yang lama”

“Saya bertanya lagi jika itu tidak dipunyai?
Kematian yang segera (Mati saja) سير اعلم النبلاء ٨/٣٩٧

قال ابن المبارك : تعلمت الادب ثلاثين سنة،و تعلمت العلم عشرين سنة وكانو يتعلمون الادب ثم العلم.

“Berkata Ibnul Mubarok “Aku mempelajari adab selama Tiga puluh tahun dan aku mempelajari ilmu selama dua puluh tahun, Adalah para salaf mempelajari adab baru kemudian mempelajari ilmu “الفروق.

قال ابن المبارك :…الحلم والعلم زين ذي الحيب انكان من فضّة كلامك يا نفس فان السكوت من ذهب”

“Telah Berkata Ibnul Mubarok Rahimakumullah :… Kesantunan Dan Ilmu adalah PERHIASAN bagi orang yang memiliki kemuliaan , Seandainya ucapanmu adalah dari perak wahai diri , maka sesungguhnya diam adalah adalah dari emas”المصدر السباق ٤١٦/٨

Serta banyak lagi pujian para salaf tentang kedudukan akhlak dan adab untuk kita meniru dan mengajarkan kepada anak-anak kita, Dalam satu kesempatan diceritakan oleh sahabat kecil Umar bin Abi Salamah radhiallahu’anhuma bahwasanya rasul shalallahu alaihi wassalam mengajarinya menjadi orang yang beradab dan berakhlak mulia:

كُنْتُ غُلاَمًا فِي حِجْرِ رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَكَانَتْ يَدِي تَطِيشُ فِي الصَّحْفَةِ، فَقَال لِي رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: يَا غُلاَمُ سَمِّ اللَّهَ، وَكُل بِيَمِينِكَ، وَكُل مِمَّا يَلِيكَ

Sewaktu aku masih kecil, saat berada dalam asuhan Rasulullah Shallallahu‘alaihi wasallam, pernah suatu ketika tanganku ke sana ke mari ketika mengambil makanan di nampan. Lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadaku: “wahai anak kecil, ucaplah bismillah dan makanlah dengan tangan kananmu, serta ambil makanan yang berada di dekatmu”. (HR. Bukhari no.5376)

Didalam riwayat diatas menerangkan pada kita semua akan semangatnya Rasul untuk mengajari anak-anak dengan akhlak yang mulia, serta meluruskan dan menasehati mereka ketika mereka terjatuh dalam kesalahan dengan ucapan yang hikmah lemah lembut dan tegas, sehingga anak-anak terbiasa dengan nasehat dan mengikuti nasehat.

Adapun dijaman modern ini para orang tua kebanyakan membiarkan anaknya ketik kurang adab , dan hanya menontonya saja ketika salah, mereka para orang tuan hanya mendiamkan sambil bergumam ” nanti jika sudah besar akan benar dan baik sendiri ” ini adalah ucapan yang keliru dan berbahaya, justru semenjak kecil kita harus menanamkan ini semua kepada anak-anak kita karena mendengar kebenaran dan kebaikan diwaktu kecil lebih meninggalkan jejak kelurusan akhlak bagi anak diwaktu kelak mereka dewasa.

Sebagaimana ucapan penya’ir arab:

العلم في الصغر كالنقش علي الحجر

Belajar ilmu diwaktu kecil bagaikan mengukir di atas batu”

Semoga Allah Ta’ala menjaga kita dan anak-anak kita dari akhlak tercela dan modernisasi zaman, serta menganugerahkan kepada kita dan anak-anak kita akhlak dan budi pekerti yang mulia.

Akhukum Fillah al Ustadz Abu Amina Aljawiy Hafidzahullah

( Dikutip sebagain dari : Kitab Huququl Aulad alal Abaa’ wal Umahaat Syeikh Bukhariy Hafidzahullah, Kutubu Sittah, Syarah Riyadhus Shalihin Ibnu Utsaimin , Tafsir Ibnu Katsir, Rahimahumullah serta catatan kaki diatas )

Sumber: Channel Telegram Pesantren Salaf Online