Jerat-Jerat Iblis dan Bala Tentaranya dalam menyesatkan manusia

Tafsir Surat Al-A’raf ayat 16-17

قَالَ فَبِمَاۤ اَغْوَيْتَنِيْ لَاَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيْمَ

“(Iblis) menjawab, Karena Engkau telah menghukum aku tersesat, pasti aku akan selalu menghalangi mereka dari jalan-Mu yang lurus,”

ثُمَّ لَاٰ تِيَنَّهُمْ مِّنْۢ بَيْنِ اَيْدِيْهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ اَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَآئِلِهِمْ ۗ وَلَا تَجِدُ اَكْثَرَهُمْ شٰكِرِيْنَ

“kemudian pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan, dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur.”
(QS. Al-A’raf Ayat 16-17)

Berkata Ali bin Abi Talhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma sehubungan dengan makna firman-Nya:

{ثم لآتينهم من بين أيديهم} أشككهم في آخرتهم، {ومن خلفهم} أرغبهم في دنياهم {وعن أيمانهم} أشبه عليهم أمر دينهم {وعن شمائلهم} أشهي لهم المعاصي.

Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka mereka yaitu saya akan membuat ragu terhadap urusan akhirat mereka, ( Dan diantara penangkalnya adalah banyak mengingat, menangis akan dahsyatnya kematian, kubur, hari kebangkitan, padang maksyar, hari perhitungan, jembatan sirat, surga dan neraka serta bersegera beramal shaleh, pent)

Dan dari belakang mereka yaitu saya akan membuat mereka sangat berhasrat (cinta) dengan duniawiyah (Diantara obat penawarnya yaitu zuhud didunia dan hidup qona’ah dalam menjalani hidup serta segera menggunakan keduniaan untuk beramal shaleh dijalan Allah Ta’ala karena kehidupan sesungguhnya adalah di akhirat)

Dan dari kanan mereka. Yaitu saya akan membuat samar (syuhbat) pada urusan agama mereka ( Diantara penangkalnya adalah Ilmu bermanfaat yg murni bersumber dari kitab al-Qur’an dan Hadits/ As-Sunnah Rasulullah ﷺ dengan pemahaman salaf.

Dan dari kiri mereka yaitu saya akan membuat mereka terperdaya pada kemaksiatan (syahwat dan sejenisnya), (Diantara penangkalnya adalah Kesabaran dalam ketaatan, kesabaran agar tidak bermaksiat, dan kesabaran atas takdir baik buruk serta meyakini ayat-ayat Allah Ta’ala)

Baca Juga

Hukum Percakapan Antara Pemuda dan Pemudi

Imam Ibnul Qoyyim Aljauziyah menerangkan tingkatan tipu daya iblis dalam menyesatkan manusia terbagi menjadi enam :

Digoda dari dosa yang paling besar yaitu kesyirikan, yang dampak perbuatan ini adalah yang terjelek, tidak diampuni selamanya, haram masuk surga dan kekal dineraka.

Digoda agar jatuh kedalam bid’ah yang perbuatan ini lebih disukai setan, kefasikan dan kemaksiatan.

Digoda agar jatuh kedalam dosa-dosa besar, yg sangat beragam macamnya (lihat kitab Syeikh At -tamimiy yg berjudul Alkaba’ir Atau Syarah Kaba’ir Adz-zahabiy Ibnu Utsaimin rahimahumulloh )

Digoda agar jatuh kedalam dosa-dosa kecil, yang ketika dilakukan terus – menerus maka dosanya akan membinasakan pelakunya,

Digoda agar jatuh dalam kesibukan pada sesuatu yang dibolehkan (mubah) yang disana tanpa ada pahala dan siksa, yakni yang bisa melalaikan dari hakikat kewajiban atau terjatuh dalam larangan.

Ditipu agar jatuh dalam kesibukan terhadap aman yg utama akam tetapi dengan tujuan meninggalkan amal yg paling utama, seperti seseorang rutin melakukan puasa sunnah tapi lalai dari puasa yang diwajibkan.

Wal ilmu indalloh

Baca Juga

Penjelasan Ayat – Ayat Tentang Puasa Dalam Al Quran ( Bag.1)

Disusun Oleh : Ustadz Abu Amina حفظه الله
Dipondok Yatim non Yatim Annashihah Cepu, Dikutip dari Tafsir Ibnu Katsir Rahimahullah dan
Badai’ul Fawaid Maktabah Syamilah bnul Qayyim rahimahullah.

Disalin dari: https://t.me/Pesantren_Salaf_Online/726